KITAINDONESIASATU.COM – Laga panas di BRI Super League berubah jadi drama menegangkan. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, blak-blakan mengakui timnya memulai pertandingan dengan cara yang salah saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Alih-alih tampil sesuai rencana, Persib justru berantakan di awal. Celah terbuka lebar dimanfaatkan lawan lewat dua gol cepat Henry Doumbia dan Moussa Sidibe-membuat Maung Bandung tertinggal 0-2 dan berada di ujung tekanan.
“Kami tidak menjalankan rencana. Terlalu banyak memberi ruang, dan itu jadi bumerang,” ujar Hodak, Kamis (30/4).
Namun, situasi berubah drastis. Gol krusial Federico Barba di akhir babak pertama jadi titik balik, sebelum Persib mengamuk di babak kedua. Tiga gol tambahan dari Berguinho, Beckham Putra, dan Adam Alis membuat pertandingan berbalik total-bahkan Bhayangkara dibuat tak berkutik.
Hodak menilai babak kedua berjalan satu arah, di mana lawan nyaris tanpa peluang berarti selain gol yang dianulir.
“Yang penting tiga poin, dan kami fokus ke laga berikutnya,” katanya.
Kemenangan dramatis ini langsung membawa Persib kembali ke puncak klasemen dengan 69 poin, unggul head-to-head atas Borneo FC.
Kini, Persib memburu gelar juara dan berpeluang mencetak tiga musim beruntun sebagai raja sepak bola Indonesia. (*)

