KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I, Jumat (24/4/2026). Indeks domestik tercatat merosot tajam hingga 3%, membuat posisi IHSG menjauh dari level psikologisnya.
Pelemahan signifikan ini menyebabkan ratusan saham “kebakaran” alias terkoreksi dalam, didominasi oleh sektor perbankan dan teknologi yang menjadi penggerak utama pasar.
Sentimen negatif ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Selain fluktuasi harga komoditas global, ketidakpastian kebijakan suku bunga di pasar Amerika Serikat turut memicu aksi jual masif oleh investor asing (net sell).
Kondisi ini diperparah dengan sikap pelaku pasar yang cenderung memilih aset aman (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil.
Hingga jeda siang, volume transaksi terlihat cukup tinggi, menunjukkan besarnya kepanikan pasar. Analis menyarankan para investor untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam panic selling, sembari memantau rilis kinerja emiten kuartal I tahun ini.
Diharapkan pada sesi II nanti, terdapat aksi beli selektif pada saham-saham berfundamental kuat yang harganya sudah terdiskon cukup dalam untuk menahan kejatuhan indeks lebih lanjut.(*)


