KITAINDONESIASATU.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan teknologi makanan siap saji tanpa api yang digadang-gadang bakal jadi solusi praktis untuk jemaah haji Indonesia.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan teknologi ini memungkinkan makanan dipanaskan hanya dengan air dingin-tanpa kompor, tanpa Listrik.
“Cukup tambahkan air, makanan langsung panas dan siap disantap,” ujarnya.
Teknologi canggih ini memanfaatkan bahan seperti zeolit dan kapur, yang sudah melalui uji keamanan pangan. Hasilnya? Makanan tetap hangat, aman, dan nikmat—bahkan di kondisi ekstrem seperti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Arif bahkan mengaku sudah mencicipinya langsung, dan hasilnya, cukup panas dan layak dinikmati.
Tak hanya soal kepraktisan, inovasi ini juga fokus pada keamanan pangan dan ketahanan makanan-mulai dari kemasan kaleng, fleksibel untuk makanan berkuah, hingga sistem pemanas tanpa api.
Dukungan pun datang dari Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menilai teknologi ini akan membuat layanan konsumsi jemaah haji jauh lebih efisien, aman, dan berkualitas.
Ia juga memastikan stok makanan untuk jamaah aman, meski dunia sedang dilanda dinamika geopolitik. (*)
