Bisnis

Efek WFH Langsung Terasa, Penumpang LRT Jabodebek Anjlok 10% dalam Sehari

×

Efek WFH Langsung Terasa, Penumpang LRT Jabodebek Anjlok 10% dalam Sehari

Sebarkan artikel ini
LRT Jabodebek
LRT Jabodebek.

KITAINDONESIASATU.COM – Kebijakan kerja dari rumah (WFH) langsung bikin geger. Hari pertama penerapan, jumlah pengguna LRT Jabodebek tiba-tiba merosot tajam hingga 10 persen pada Jumat (10/4).

Pihak KAI mengungkapkan, penurunan ini bukan kebetulan—melainkan dampak langsung dari kebijakan WFH, terutama di jam-jam sibuk yang biasanya padat oleh pekerja kantoran.

Data menunjukkan, jumlah pengguna turun dari 118.505 penumpang (Kamis) menjadi hanya 106.301 penumpang (Jumat). Artinya, ada 12.204 orang yang tak lagi naik LRT dalam sehari.

Penurunan paling terasa terjadi di titik-titik strategis dekat kawasan perkantoran, yakni Stasiun Kuningan turun 2.246 penumpang, Stasiun Dukuh Atas turun 1.095 penumpang, dan Stasiun Rasuna Said turun 1.052 penumpang.

Tak hanya itu, sejumlah stasiun lain seperti Setiabudi, Cikoko, hingga Pancoran juga ikut terdampak, terutama yang berada di sekitar pusat perkantoran dan instansi pemerintah.

Meski jumlah penumpang menyusut, KAI tetap mengoperasikan 430 perjalanan seperti hari kerja biasa. Seluruh fasilitas dan petugas juga tetap disiagakan penuh demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna.

Perwakilan manajemen menegaskan komitmen mereka untuk tetap menghadirkan layanan transportasi yang efisien, tepat waktu, dan terintegrasi—meski kondisi penumpang sedang menurun drastis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *