News

YouTube Luncurkan Fitur Perlindungan Anak Seiring Penerapan PP Tunas

×

YouTube Luncurkan Fitur Perlindungan Anak Seiring Penerapan PP Tunas

Sebarkan artikel ini
YouTube Luncurkan Fitur
YouTube Luncurkan Fitur

KITAINDONESIASATU.COMPlatform video YouTube menghadirkan berbagai fitur baru untuk meningkatkan perlindungan anak dan remaja di ruang digital.

Langkah ini dilakukan seiring dengan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola sistem elektronik dalam melindungi anak.

Pendekatan yang diusung menitikberatkan pada penyediaan fitur perlindungan terintegrasi serta pengalaman digital yang disesuaikan dengan usia pengguna, alih-alih menerapkan pembatasan total.

Dalam hal ini, peran orang tua menjadi kunci utama dalam mengawasi aktivitas digital anak.

Fitur Baru Youtube Perkuat Kontrol Orang Tua dan Keamanan Digital

Sejumlah fitur yang dihadirkan antara lain pengaturan durasi menonton, khususnya pada konten YouTube Shorts, yang memungkinkan orang tua membatasi waktu akses hingga nol.

Selain itu, teknologi verifikasi usia berbasis kecerdasan buatan juga disiapkan untuk memastikan konten yang diakses sesuai dengan kelompok usia pengguna.

Platform ini juga menyediakan kontrol tambahan melalui aplikasi Google Family Link, yang memungkinkan orang tua mengatur jadwal penggunaan perangkat, mengunci layar dari jarak jauh, hingga memantau aktivitas aplikasi.

Fitur lain mencakup pengingat waktu istirahat, pembatasan notifikasi pada malam hari, serta penonaktifan autoplay bagi pengguna di bawah 18 tahun.

YouTube menilai pembatasan akses secara menyeluruh bagi pengguna muda justru berpotensi menghilangkan berbagai lapisan perlindungan yang telah disiapkan.

Oleh karena itu, pendekatan yang lebih komprehensif dinilai penting, termasuk peningkatan literasi digital dan perhatian terhadap kesehatan mental remaja.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, YouTube Indonesia juga menjalankan berbagai program edukasi, seperti pelatihan bagi guru, penyusunan panduan kesejahteraan digital bersama lembaga kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan komunitas anak muda untuk memperkuat kesadaran keamanan digital.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *