KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang protes anti-perang AS Iran meluas ke sejumlah kota besar Amerika. Ratusan warga turun ke jalan menuntut penghentian serangan militer ke Teheran.
Di Seattle, massa berkumpul di pusat kota mengutuk kekerasan terhadap warga sipil. Demonstrasi kota besar Amerika ini juga menyuarakan kekhawatiran atas eskalasi konflik Timur Tengah.
Kerumunan serupa terlihat di Washington D.C., New York, Chicago, dan Los Angeles. Para peserta protes anti-perang AS Iran menegaskan mereka bukan “pro-Iran”, tapi menolak perang luar negeri.
Data terbaru memperkuat suara rakyat. Jajak pendapat Reuters Ipsos serangan Iran (2-3 Maret 2026) menunjukkan hanya 25% warga AS yang dukung serangan, sementara 43% menentang.
Polling dukungan publik Iran dari Fox News bahkan mencatat 50% warga menentang aksi militer AS, dengan 57% tidak puas kinerja Trump di isu luar negeri.
Kritik juga menyoroti aspek konstitusional. Banyak pengunjuk rasa protes anti-perang AS Iran menilai serangan tanpa otorisasi Kongres melanggar UUD Amerika.

