KITAINDONESIASATU.COM – Akibat pengeboman rudal Iran di pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab (UEA) menyebabkan terjadinya kekacauan warga hingga terhentinya penerbangan di Bandara Internasional Dubai hingga saat ini, Senin (2/3/2026).
Akibat peristiwa itu ratusan ribu turis dan ekspatriat terjebak Uni Emirat Arab khususnya di Kota Dubai hingga tak bisa keluar dari negara itu karena tidak ada penerbangan.
Dilansir dailymail setidaknya hampir 100.000 warga Inggris terjebak di Timur Tengah telah mendaftar ke Kementerian Luar Negeri, sementara pemerintah Inggris menyusun rencana untuk evakuasi warganya.
Wilayah udara di sekitar Teluk sebagian besar ditutup karena AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran , sementara serangan balasan dari Teheran menghantam tempat-tempat wisata dan pusat ekspatriat seperti Dubai, Abu Dhabi, Qatar, dan Kuwait.
Penerbangan dari pusat-pusat utama di kawasan ini telah dibatalkan secara massal, menyebabkan ratusan ribu warga asing dan puluhan ribu warga Inggris yang bekerja, berlibur, atau transit di sana menjadi terlantar.
Di antara mereka terdapat sejumlah besar influencer di Dubai, meskipun beberapa di antaranya telah berjanji untuk tetap tinggal dengan alasan bahwa kota itu masih lebih aman daripada London meskipun terjadi gelombang serangan rudal Iran dan serangan pesawat tak berawak bunuh diri.
Menteri Luar Negeri Yvette Cooper mengatakan hari ini ada sekitar 300.000 warga negara Inggris di negara-negara Teluk yang menjadi sasaran Iran, yang telah menargetkan bandara dan hotel.
Dan 94.000 di antaranya telah mendaftar ke Kementerian Luar Negeri, sementara Sir Keir Starmer dan para menterinya dikabarkan sedang menyusun rencana darurat untuk mengevakuasi mereka melalui jalur darat dari UEA, Bahrain, Kuwait, dan Qatar ke Arab Saudi .
Warga negara Inggris diminta untuk mendaftarkan lokasi mereka tetapi tetap berada di tempat mereka sekarang, untuk saat ini.
Pemerintah Inggris telah menyarankan untuk tidak bepergian ke 21 negara di Timur Tengah, hingga situasi di wilayah itu benar-benar aman.
“Kami sedang menyiapkan sistem pendukung karena selain 94.000 orang yang telah menghubungi kami ketika kami membuat sistem daftarkan kehadiran Anda,” ujar Nyonya Cooper.
Diperkirakan ada 300.000 warga negara Inggris di negara-negara Teluk yang kini menjadi sasaran Iran, termasuk negara-negara yang wilayah udaranya kini ditutup sebagai akibat dari serangan tersebut. **



