KITAINDONESIASATU.COM – Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ turun langsung meninjau banjir yang melanda Kecamatan Kraksaan dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Probolinggo.
Bencana tersebut tercatat berdampak pada lima kecamatan akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur kawasan hulu hingga hilir.
Menurut pemerintah daerah, banjir kali ini termasuk yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Meski dipicu faktor cuaca, evaluasi menyeluruh tetap dilakukan agar penanganan ke depan lebih komprehensif, terutama karena Kraksaan merupakan ibu kota kabupaten.
Lima Kecamatan Terdampak dan Asesmen Menyeluruh
Luapan Sungai Kertosono menyebabkan sejumlah kelurahan seperti Sidomukti, Patokan, dan Kraksaan Wetan terdampak genangan.
Beberapa desa di antaranya Rangkang, Sidopekso, Bulu, Alassumur Kulon, dan Kandangjati Wetan juga mengalami dampak serupa.
Pemkab Probolinggo melalui BPBD, Dinas PUPR, Perkim, serta OPD terkait melakukan asesmen terpadu.
Pendataan ini menjadi dasar penyaluran bantuan, termasuk cadangan pangan bagi keluarga terdampak. Dinas Sosial menunggu hasil verifikasi agar distribusi bantuan tepat sasaran.
Bupati Probolinggo Koordinasi Lintas Sektor
Bentang alam Kabupaten Probolinggo yang bervariasi dari dataran rendah hingga pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam mitigasi bencana.
Pemerintah daerah menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur, termasuk DPRD dan masyarakat.
Selain fokus pada keselamatan warga, langkah pemulihan akan disiapkan secara berkelanjutan.
Jika diperlukan, program padat karya tunai akan digerakkan guna mempercepat pembersihan dan pemulihan lingkungan pascabanjir.(*)


