Hukum

Fakta Baru Kasus Bea Cukai, KPK Sebut Uang Rp5 M di Ciputat dari Rumah Aman

×

Fakta Baru Kasus Bea Cukai, KPK Sebut Uang Rp5 M di Ciputat dari Rumah Aman

Sebarkan artikel ini
sita
Uang miliaran rupian yang disita KPK dari rumah Aman di Ciputat. (Dok. KPK)

KITAINDONESIASATU.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membongkar asal-usul tumpukan uang tunai sekitar Rp5 miliar yang ditemukan dalam lima koper di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada 13 Februari 2026.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan uang fantastis itu ternyata disimpan di rumah aman atau safe house yang digunakan untuk menyembunyikan barang bukti.

“Uang dalam koper yang diamankan saat penyidik melakukan penggeledahan berasal dari safe house,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/2).

Yang mengejutkan, lokasi safe house tersebut berbeda dari tempat yang sebelumnya diumumkan KPK saat konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi impor barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada 5 Februari 2026.

“Betul, beda dengan sebelumnya,” katanya singkat.

Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Ditjen Bea Cukai. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatra Bagian Barat, Rizal.

Sehari kemudian, 5 Februari 2026, KPK menetapkan enam tersangka dari total 17 orang yang diamankan. Mereka terdiri dari pejabat Bea Cukai hingga pihak swasta yang diduga terlibat praktik suap dan gratifikasi impor barang KW.

Para tersangka antara lain, Rizal (RZL) — Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026; Sisprian Subiaksono (SIS) — Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC; Orlando Hamonangan (ORL) — Kepala Seksi Intelijen DJBC;

John Field (JF) — Pemilik Blueray Cargo; Andri (AND) — Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo; dan Dedy Kurniawan (DK) — Manajer Operasional Blueray Cargo

KPK sebelumnya hanya mengumumkan penyitaan uang miliaran rupiah dalam koper, namun belum menjelaskan detail lokasi. Kini terungkap, koper-koper berisi uang itu diduga sengaja disembunyikan di safe house untuk menghindari pelacakan aparat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *