KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah studi di Amerika Serikat melaporkan temuan mengejutkan terkait makanan ultra-olahan.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-olahan berkaitan dengan peningkatan risiko stroke dan serangan jantung hingga 47 persen.
Penelitian yang dilakukan tim dari Florida Atlantic University School of Medicine ini dipublikasikan dalam jurnal The American Journal of Medicine.
Para peneliti menyebut hubungan antara makanan ultra-olahan dan risiko stroke tetap terlihat bahkan setelah faktor usia, kebiasaan merokok, serta pendapatan diperhitungkan.
Dalam studi tersebut, makanan ultra-olahan didefinisikan sebagai produk industri yang mengalami proses modifikasi ekstensif.
Jenis makanan ultra-olahan ini umumnya mengandung gula tambahan, lemak olahan, kadar garam tinggi, serta berbagai zat aditif kimia.



