Contoh yang sering dikonsumsi masyarakat meliputi minuman ringan, camilan kemasan, daging olahan, hingga permen komersial.
Di Amerika Serikat, kontribusi makanan ultra-olahan terhadap total asupan kalori bahkan mencapai sekitar 60 persen pada orang dewasa.
Analisis penelitian melibatkan 4.787 orang dewasa yang datanya diambil dari Survei Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) periode 2021–2023. Pola konsumsi makanan ultra-olahan serta riwayat serangan jantung dan risiko stroke peserta menjadi fokus utama evaluasi.
Peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan proporsi kalori yang berasal dari makanan ultra-olahan.
Hasilnya, kelompok dengan konsumsi tertinggi tercatat memiliki peningkatan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular sebesar 47 persen dibandingkan kelompok terendah.
Temuan ini dinilai memprihatinkan karena makanan ultra-olahan sebelumnya juga dikaitkan dengan obesitas, hipertensi, hingga gangguan metabolik.



