KesehatanLifestyle

Studi 25 Tahun Bikin Kaget: Makan Keju Disebut Terkait Risiko Demensia Lebih Rendah, Benarkah?

×

Studi 25 Tahun Bikin Kaget: Makan Keju Disebut Terkait Risiko Demensia Lebih Rendah, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
Keju
Keju dan demensia (Freepik/jcomp)

KITAINDONESIASATU.COM – Temuan mengejutkan muncul dari studi 25 tahun keju dan kesehatan otak di Swedia.

Penelitian berskala besar ini mengaitkan konsumsi keju penuh lemak dan krim penuh lemak dengan risiko demensia yang lebih rendah, memicu diskusi baru soal hubungan keju dan demensia.

Riset yang melibatkan 27.670 partisipan tersebut memantau kebiasaan makan selama seperempat abad.

Dalam periode itu, lebih dari 3.200 peserta didiagnosis demensia, memungkinkan peneliti mengamati pola konsumsi keju penuh lemak dan kaitannya dengan keju dan demensia secara lebih detail.

Hasil analisis menunjukkan, kelompok tanpa faktor risiko genetik Alzheimer yang rutin mengonsumsi keju penuh lemak lebih dari 50 gram per hari memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami demensia.

Namun, hubungan keju dan demensia ini tidak terlihat pada individu dengan kerentanan genetik.

Selain keju, konsumsi krim penuh lemak juga dikaitkan dengan penurunan risiko demensia dalam studi 25 tahun keju dan kesehatan otak tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *