KITAINDONESIASATU.COM – Aksi tawuran yang nyaris berubah jadi tragedi berdarah berhasil digagalkan aparat Kepolisian di kawasan Jalan Amil Buncit Raya, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (8/2), dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Enam pemuda langsung diciduk saat hendak melakukan kekerasan bersama menggunakan senjata tajam.
Pelaksana Harian Kanit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Satrio, mengungkapkan para pelaku diduga bersekongkol membawa senjata tajam untuk menyerang kelompok lain. Mereka diamankan sebelum bentrokan benar-benar pecah di lokasi.
Enam remaja tersebut masing-masing berinisial DNP (21), MR (20), MRA (17), GPG (18), DW (20), dan MD (20), seluruhnya laki-laki. Dari tangan mereka, polisi menyita persenjataan yang mengerikan: enam bilah celurit, satu samurai, satu stik golf, serta barang lain berupa dompet berisi uang tunai Rp869 ribu, tiga sepeda motor, dan empat telepon genggam.
Hasil pemeriksaan awal menyebut para pelaku sudah berkumpul sejak Sabtu malam di kawasan Perguruan Cikini (Percik). Sebagian diketahui sempat mengonsumsi minuman keras, sebelum salah satu di antaranya mengajak mencari lawan melalui kanal untuk memicu tawuran.
Polisi juga menduga dua kelompok yang hendak bentrok berasal dari lingkup yang sama, yakni kelompok GMC Pancoran dan SMA Fatahillah, Pancoran, Jakarta Selatan.
Kini keenam pemuda itu harus berurusan dengan hukum. Mereka dijerat sejumlah pasal dalam KUHP serta Undang-Undang Darurat 1951 terkait kepemilikan senjata tajam dan percobaan kekerasan secara bersama-sama. Seluruh pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. (*)


