Berita UtamaNews

Diselimuti Awan Pekat, Pencarian Pesawat ATR di Sulsel Masih Misterius

×

Diselimuti Awan Pekat, Pencarian Pesawat ATR di Sulsel Masih Misterius

Sebarkan artikel ini
PESAWAT HILANG
Ilustrasi pesawat hilang di Maros.

KITAINDONESIASATU.COM – Cuaca ekstrem dan selimut awan tebal menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transportasi (AT) yang diduga jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.00 WITA. Hingga kini, proses penyisiran di medan sulit tersebut masih terkendala kondisi alam yang tidak bersahabat.

“Kondisi di lapangan sangat tidak mendukung. Awan tebal menutup pandangan, ditambah suasana gelap pada malam hari sehingga menyulitkan pencarian,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko , Minggu (18/1).

Ia mengungkapkan, operasi SAR terus dilanjutkan dengan mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Udara, AirNav Indonesia, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Namun demikian, informasi awal dari Kementerian Kehutanan menyebutkan bahwa saat pesawat dinyatakan hilang kontak, kondisi cuaca dilaporkan sedikit berawan dengan jarak pandang mencapai sekitar 8 kilometer.

Berbeda dengan laporan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa pada Sabtu (17/1), khususnya di titik koordinat hilangnya pesawat, terpantau awan cukup tebal dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang sampai sore hari.

BMKG juga memprakirakan wilayah Kabupaten Maros akan diliputi kombinasi awan tebal dan peluang hujan ringan dalam beberapa hari ke depan. Sebelumnya, lembaga ini telah mengeluarkan peringatan dini cuaca berisiko di Sulawesi Selatan, termasuk ancaman hujan lebat, banjir, dan angin kencang sejak awal Januari 2026.

Merespons kondisi tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin memastikan personel TNI bersama tim gabungan tetap diterjunkan untuk melanjutkan pencarian, meski harus berpacu dengan cuaca ekstrem dan medan yang berat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *