News

Kemenhub Pastikan Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Operasi Pencarian Dikebut

×

Kemenhub Pastikan Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Operasi Pencarian Dikebut

Sebarkan artikel ini
Pesawat Saudi Airlines Jeddah–Surabaya Dapat Ancaman Bom, Mendarat Darurat di Kualanamu
Pesawat Saudi Ailines salah satu penerbangan yang terkena dampak perang Iran - AS. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dikebut. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan operasi pencarian saat ini difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di sekitar Desa Leang-leang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa posko utama Basarnas telah didirikan di dekat lokasi dugaan hilangnya pesawat, guna mempercepat koordinasi dan operasi penyelamatan.

Upaya pencarian lanjutan dijadwalkan semakin intensif dengan pelibatan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, yang direncanakan mulai diterbangkan pada pukul 16.25 WITA, menyisir area perbukitan yang sulit dijangkau dari darat.

Pesawat yang hilang kontak tersebut diketahui merupakan ATR 42-500 registrasi PK-THT, buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611, yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport selaku pemegang AOC 034. Pesawat itu tengah menjalani penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Berdasarkan kronologi terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat sempat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Namun dalam proses tersebut, pesawat teridentifikasi tidak berada di jalur pendekatan yang semestinya.

ATC kemudian memberikan arahan koreksi posisi dan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Namun setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat mendadak terputus.

Menanggapi situasi darurat itu, ATC Makassar langsung mendeklarasikan fase DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan penerbangan sipil, sebagai tanda kondisi darurat serius.

AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi intensif dengan RCC Basarnas Pusat, serta jajaran Kepolisian melalui Polsek Bandara Maros untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan. Sementara itu, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat informasi dan koordinasi.

AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas pencarian dan penyelamatan di wilayah udara sekitar lokasi kejadian.

Jumlah orang di dalam pesawat dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Informasi awal kondisi cuaca saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer, dengan cuaca dilaporkan sedikit berawan.

Namun demikian, detail kondisi meteorologi masih terus dikonfirmasi melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan koordinasi lintas instansi terus dilakukan secara intensif, melibatkan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.

Pemerintah memastikan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala seiring perkembangan resmi di lapangan, sementara publik terus menantikan kepastian nasib pesawat dan seluruh penumpang di dalamnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *