News

Ultimatum Trump ke Kuba Memicu Balasan Pedas: Kami Tak Akan Ditundukkan

×

Ultimatum Trump ke Kuba Memicu Balasan Pedas: Kami Tak Akan Ditundukkan

Sebarkan artikel ini
kuba
Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel.

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, geram dengan jawaban pedas terhadap ultimatum Presiden AS, Donald Trump, yang mendesak Havana untuk segera meneken kesepakatan dengan Washington — atau menghadapi konsekuensi serius. Dalam unggahan tajam di media sosial X, Díaz-Canel menggedor balik: Kuba adalah negara merdeka yang tak bisa diarahkan oleh siapa pun, bahkan oleh Amerika Serikat sekalipun.

Trump, yang juga menyatakan bahwa pasokan minyak dan dana dari Venezuela ke Kuba akan diputus total, menyerukan agar negeri pulau itu berdamai sebelum terlambat” Pernyataan keras ini datang setelah operasi militer AS di Venezuela dan pembajakan kapal tanker minyak yang semakin memperuncing hubungan kedua negara.

Namun Díaz-Canel tak tinggal diam — dia menyerang balik dengan tudingan bahwa AS telah melakukan agresi terhadap Kuba selama 66 tahun, dan menolak klaim serta tekanan Washington dengan lantang.

“Tidak ada yang bisa menentukan apa yang kami lakukan. Kuba tak pernah memulai agresi; justru kami dipaksa menghadapi agresi Amerika!,” tegasnya.

Tak hanya presiden, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez ikut angkat suara, menegaskan bahwa Kuba berhak mutlak mengimpor bahan bakar dari siapa pun yang mau menjual tanpa tekanan AS — dan menuding Washington berperilaku layaknya hegemon kriminal yang mengancam keamanan dunia.

Ketegangan ini terjadi di tengah kekacauan geopolitik yang lebih luas di Amerika Latin, dengan Kuba menghadapi kemungkinan krisis energi lebih dalam karena blokade minyak Venezuela — pasokan yang telah lama menopang ekonomi Kuba — kini terancam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *