Keuangan

Proyeksi UMK Madura 2026 jika Naik 6,5 hingga 10 persen, Sumenep Masih yang Tertinggi?

×

Proyeksi UMK Madura 2026 jika Naik 6,5 hingga 10 persen, Sumenep Masih yang Tertinggi?

Sebarkan artikel ini
Perhitungan Kenaikan UMP dan UMK Jawa Timur 2026 (Pixabay/Mufid Majnun)
Perhitungan Kenaikan UMP dan UMK Jawa Timur 2026 (Pixabay/Mufid Majnun)

KITAINDONESIASATU.COMEmpat kabupaten di Pulau Madura diperkirakan akan mengalami kenaikan Upah Minimum Kabupaten atau UMK Madura 2026. D

aerah yang dimaksud UMK Madura 2026 meliputi Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Proyeksi UMK Madura 2026 ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat Madura yang tersebar di berbagai daerah.

Kenaikan UMK 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 6,5 hingga 10 persen.

Penyesuaian tersebut mengacu pada sejumlah indikator ekonomi, seperti tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kebutuhan hidup layak yang terus berkembang.

Baca Juga  Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Metro Jaya Kerahkan 6.802 Personel

Setiap kabupaten memiliki besaran kenaikan berbeda, menyesuaikan nilai UMK tahun sebelumnya.

Rincian Proyeksi UMK Madura 2026

Berikut gambaran proyeksi UMK di empat kabupaten Madura jika kenaikan berada pada rentang tertinggi:

  • Kabupaten Sumenep
    UMK berpotensi menembus kisaran Rp 2,56 juta hingga sekitar Rp 2,64 juta, menjadikannya yang tertinggi di Madura.
  • Kabupaten Pamekasan
    UMK diperkirakan naik hingga berada di rentang Rp 2,53 juta sampai Rp 2,61 juta.
  • Kabupaten Sampang
    Proyeksi UMK berada di kisaran Rp 2,48 juta hingga Rp 2,56 juta.
  • Kabupaten Bangkalan
    UMK berpeluang meningkat hingga sekitar Rp 2,55 juta sampai Rp 2,63 juta.
Baca Juga  Prediksi Kenaikan UMK Bojonegoro 2026, Jika Naik 10,5 Persen Maka Nominalnya Bisa Diangka Sekian!

Secara umum, tren kenaikan UMK Madura pada 2026 menunjukkan arah positif. Diharapkan, penyesuaian ini mampu meningkatkan daya beli pekerja sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diharapkan dapat menyiapkan perencanaan anggaran UMK Madura 2026 yang matang agar tetap berkelanjutan di tengah kenaikan biaya tenaga kerja.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *