News

Tol Semarang–Solo Siap Hadapi Lonjakan Nataru

×

Tol Semarang–Solo Siap Hadapi Lonjakan Nataru

Sebarkan artikel ini
tol semarang
Akses Tol Semarang-Solo. (Dok. Trans Marga Jateng)

KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, pengelola Tol Semarang–Solo memastikan jalur strategis tersebut siap tempur menghadapi lonjakan kendaraan. PT Trans Marga Jateng menegaskan seluruh infrastruktur jalan tol dalam kondisi aman, laik operasi, dan siap dilintasi oleh para pemudik maupun wisatawan akhir tahun.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Prajudi, di Semarang, mengatakan kesiapan ini merupakan bentuk komitmen pelayanan maksimal kepada masyarakat agar perjalanan selama libur panjang berlangsung lancar dan nyaman.

Seluruh pekerjaan peningkatan jalan dan jembatan di ruas Tol Semarang–Solo dipastikan telah rampung sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru. Tak hanya itu, drainase, rambu, serta perlengkapan jalan juga dipastikan berfungsi optimal.

“Drainase dan seluruh perlengkapan jalan berada dalam kondisi laik operasi,” ujar Prajudi, Minggu (14/12).                                                                                                                                       

Untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan di lapangan, petugas serta peralatan pendukung disiagakan 24 jam penuh. Langkah ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan tol.

Pengelolaan arus kendaraan yang keluar-masuk tempat istirahat (rest area) juga menjadi perhatian serius. Pengaturan dilakukan agar pengendara yang hendak beristirahat tetap merasa aman dan tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.

Prajudi menambahkan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama suksesnya pengamanan arus Natal dan Tahun Baru. Pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di ruas tol tersebut.

Sebagai informasi, Tol Semarang–Solo memiliki panjang 72,6 kilometer dengan empat pintu keluar utama, yakni Ungaran, Bawen, Salatiga, dan Boyolali. Ruas ini bukan hanya menjadi penghubung jalur ke wilayah timur, tetapi juga akses strategis menuju Tol Solo–Yogyakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *