KITAINDONESIASATU.COM – Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), terus memakan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru yang sangat mengkhawatirkan pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Berdasarkan data yang diakses pada pagi hari, total korban meninggal dunia akibat bencana ekologis ini telah mencapai 883 orang. Selain itu, petugas gabungan masih terus berpacu dengan waktu untuk mencari setidaknya 518 hingga 521 jiwa yang dilaporkan masih hilang di tiga provinsi yang menjadi episentrum bencana.
Rincian Korban Meninggal Berdasarkan Provinsi:
- Aceh: Mencatat angka tertinggi dengan 345 orang meninggal dunia dan 174 orang masih hilang. Wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak.
- Sumatera Utara (Sumut): Terdapat 312 orang ditemukan meninggal dunia, dengan 133 orang lainnya dalam status pencarian.
- Sumatera Barat (Sumbar): Korban tewas mencapai 226 orang, dan 213 orang belum ditemukan. Kabupaten Agam menjadi wilayah paling parah di Sumbar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dipusatkan di lokasi-lokasi yang masih sulit dijangkau karena kerusakan infrastruktur.
Total sekitar 121.500 rumah dilaporkan rusak dan lebih dari 849 ribu warga terpaksa mengungsi di berbagai posko. Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya mengirimkan bantuan logistik, air bersih, serta obat-obatan menggunakan jalur darat, laut, dan udara ke wilayah yang terisolasi.(*)


