KITAINDONESIASATU.COM – Motif kasus pembunuhan terhadap tewasnya ibu dan anak di Jl Mongosidi Kota Nganjuk, Selasa (25/11/2025) terkuak dengan dua versi berbeda versi karena cemburu dan hubungan asmara.
Dua korban tewas dalam peristiwa memilukan itu Elvi Nurhayati (41) dan anaknya Ellinda Jelsa Ija Eldianti (22) serta anak kedua Elsa Dwi Intan Meylani (19) mengalami kritis langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk perawatan medis.
Sementara tersangka dari kasus pembunuhan itu adalah Danang Susilo (30) warga warga Desa Jogomerto Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, pelaku diduga merupakan pacar dari salah satu korban.
Dari informasi yang diperoleh pelaku bukan orang asing di keluarga itu, karena pelaku Danang adalah parcar putra kedua Elsa Dwi Intan Meylani, kadang pelaku menginap di rumah kos tersebut.
Seorang saksi menuturkan jika ia melihat Danang mendangani rumah kontrakkannya sekedar ngobrol, bahkan mereka ke luar rumah bersama Elsa, namun hubungan mereka tidak direstui oleh pihak keluarga Elsa.
Menurut petugas polisi ada dua versi motig pembunuhann berdasarkan hasilo pemeriksaan dari tersangka dan saksi terjadi perbedaan, meski keduanya berbeda karena cemburu dan asmara tidak sampai karena keluarga tidak merestui, namun motifnya sama-sama soal cinta asmara.
Dua motif yang berbeda dari saksi dan tersangka, namun perilaku tersangka dari Danang menunjukkan perilaku yang kejam dan sadis hingga harus membunuh sang dua orang dekat pacar pelaku.
Tidak semua pria membabibuta dengan membunuh pacar dan orang dekatnya saat cintanya dikhianati atau tidak direstui oleh keluarga pacar, peristiswa ini tergolong sangat jarang terjadi.
Menurut Satreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca kepada wartawan mengungkapkan jika pelaku mengakui sakit hati karena korban selingkuh, kemudian pelaku membunuhnya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23:00 WIB yang sudah mempersiapkan diri empat haru sebelum peristiwa terjadi pelaku membeli pisau dapur tersangka di Pasar Warujayeng, Kabupaten Nganjuk, Jumat (21/11/2025), diduga kemungkinan sudah direncanakan.
Kemudian pada Selasa (25/11/2025) pukul 23:00 WIB peristiwa pembunuhan itu terjadi rumah kos keluarga pacarnya, yang menjadi sasaran pembunuhan pertama adalah ibu sang pacar pelaku Evi yang ditusuk sebanyak dua kali bagian perut dan leher belakang sebanyak empali tusukan.
Kemudian kakak pacar pelaku Elinda ditusuk bagian perut sebanyak dua kali, kemudian menyerang leher belakang tiga kali dan Elsa merupakan paling banyak diserang pelaku sebanyak 16 belas kali tusukan di perut dan punggung bagian belakang.
Beruntung Elsa selamat dari maut, konon Elsa pura-pura tidak berdaya seperti sudah meninggal, namun korban mengalami kondisi kritis saat diselamatkan warga dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk.
Jumlah tikaman tusukan pisau dapur oleh pelaku dilakukan sebanyak 27 kali tusukan terhadap 3 korban yang seluruhnya adalah wanita, salah satunya pacar sendiri pelaku.
Melihat ketiga korban terkapar di dalam rumah kos, pelaku Danang kemudian membakar rumah kos tersebut, ini menjadi aksi sadis dan brutal yang dilakukan pelaku dengan senjata yang sudah dibawa dari rumahnya.
Usai membunuh para korban kemudian membakar rumah kos pada tengah malam, hingga sebagian perabotan di dalam rumah kos tersebut terbakar, hingga menjilat-jilat hingga membakar para korban, namun berhasil dipadamkan setangga korban.
Pembakaran rumah kos oleh tersangka memiliki tujuan untuk menghilangkan jejak perilaku brutal itu agar tidak diketahui, namun upaya pembakaran tidak sampai parah, karena mendapatkan pertolongan dari warga setelah pelaku melarikan diri usai membunuh dan membakar rumah kos itu.
Dua korban meninggal kemudian dimakamkan di tempat pekaman umum di kampung halaman korban Evi dan Elinda di wilayah Purwoasri, Kabupaten Kediri, Kamis (28/11/2025) malam hari sementara Elsa masih mendapatkan perawatan intensi di RS Bhayangkara Nganjuk.
Dua korban meninggal diketahui adalah istri dan anak seorang anggota Polres Nganjuk yang bertugas di wilayah Polsek Kertono bernama Aipda Iswandi, yang sempat menyaksikan pemakaman istri dan anaknya.
Kondisi Aipda Iswandi terlihat terpukul saat pemakamanm sempat digandeng keluarganya dan diiringi anggota Polres Nganjuk mengantarkan jenazah anak dan istrinya di pemakaman umum desa setempat.
Sementara seorang saksi Meilysa Putri (27) yang menempati ruang di samping peristiwa pembunuhan rumah kos sempat menyaksikan Danang keluar dari kamar korban sambil membawa pisau berlumuran darah.
Saat itu saksi sedang tidur kaget mendengar teriakan perempuang minta tolong dari kamar kos yang tidak kedap suara dari luar itu, yang jelas terdengar suaranya.
Mendengar suara itu kemudian saksi keluar kamar, langsung melihat Danang keluar dari kamar sebelah membawa pisau di tangannya yang masih berlumuran darah, kemudian membentak saksi agar kembali masuk ke kamar, dan langsung diikuti perintah itu dan mengunci dari dalam.
Namun setelah pelaku meninggalkan rumah kos, warga berdatangan ramai kemudian memberikan pertolongan kepada korban, hingga memadamkan api yang sembat membakar sebagian rumah kos, hingga beberapa di antaranya melapor ke Polsek Kota Nganjuk.
Tak lama kemudian polisi datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara hingga memeriksa para saksi dan mengumpulkan barang bukti, tak lama kemudian dua jam dari peristiwa olah tempat kejadian perkara polisi menangkap korban di rumahnya berikut dengan barang bukti pisau dapur yang digunakan membunuh keluarga pacarnya itu. **


