Bisnis

Strategi Menaklukan Pasar dengan Konsep “AIDA”

×

Strategi Menaklukan Pasar dengan Konsep “AIDA”

Sebarkan artikel ini
rektor inaba
Rektor Universitas INABA Bandung, Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M.(Ist)

Oleh: Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M.

Rektor Universitas INABA Bandung

KITAINDONESIASATU.COM – Konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) merupakan salah satu kerangka pemasaran klasik yang tetap relevan dalam merancang strategi komunikasi pemasaran modern. Dalam buku Strategic Marketing: Making Decisions for Strategic Advantage (Sahaf, 2019), model AIDA dijelaskan sebagai panduan sistematis yang membantu pemasar mengelola proses pengambilan keputusan konsumen dari tahap kesadaran hingga pembelian.

Sahaf menekankan bahwa strategi pemasaran tidak hanya tentang aktivitas promosi, namun suatu rangkaian keputusan strategis yang mencakup penentuan posisi merek, pemilihan segmen target, dan integrasi taktik komunikasi agar setiap tahap AIDA saling mendukung. Dengan demikian, AIDA berfungsi sebagai kerangka operasional yang menyelaraskan tujuan jangka panjang perusahaan dengan implementasi secara taktis di lapangan.

Tahap ATTENTION (menarik perhatian), menuntut perusahaan untuk membangun visibilitas merek yang kuat melalui media yang relevan dengan segmen pasar. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Sahaf bahwa pemilihan media harus strategis dan efektif mencapai target audiens.

Implementasi tahap Attention terlihat pada kampanye #UninstallKhawatir dari Gojek yang memanfaatkan billboard skala besar, TVC, serta media sosial untuk menarik perhatian masyarakat perkotaan. Visual kampanye dibuat mencolok dan sederhana sehingga mampu menembus clutter iklan dan menciptakan awareness secara cepat.

Tahap Attention pada Tokopedia melalui push notification dan banner aplikasi menjelang program live shopping, serta Indomie yang secara konsisten menggunakan iklan TV dan jingle ikonik sebagai alat membangun awareness nasional.

Pada tahap INTEREST (minat), Sahaf menjelaskan pentingnya konten yang informatif dan bernilai sehingga konsumen memahami apa yang ditawarkan merek. Gojek mengimplementasikan tahap interest melalui edukasi fitur keamanan seperti Share Trip dan verifikasi driver yang disampaikan melalui video storytelling.

Tokopedia menjelaskan fitur dan keunggulan produk secara interaktif melalui program live shopping, di mana host menjawab pertanyaan konsumen secara langsung. Sementara itu, Wardah membangun Interest/ minat melalui konten edukasi skincare, beauty class, dan penjelasan manfaat produk yang diperkuat oleh KOL dan influencer.

Semua aktivitas ini mencerminkan prinsip Sahaf bahwa Interest/ minat harus dibangun melalui penjelasan terkait manfaat yang relevan bagi segmen sasaran.

Tahap berikutnya, DESIRE (keinginan), merupakan momen di mana konsumen mulai membangun preferensi terhadap suatu merek. Dalam kerangka strategis Sahaf, tahap ini dapat diperkuat melalui diferensiasi dan bukti sosial.

Gojek menumbuhkan desire dengan menampilkan testimoni pengguna yang merasa aman dengan fitur aplikasi. Tokopedia meningkatkan keinginan beli melalui diskon eksklusif selama live shopping dan testimoni langsung pengguna. Indomie membangun desire dengan menampilkan visual makanan yang menggugah selera dan menggambarkan rasa autentik khas Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *