KITAINDONESIASATU.COM- Ketersediaan rumah layak huni kini bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus instrumen pengentasan kemiskinan. Semangat inilah yang mengemuka saat Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Kabupaten Bogor, pada beberapa waktu lalu.
Momentum tersebut menegaskan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan perumahan yang inklusif.
“Saya bersama Pemerintah Pusat dan Provinsi serta jajaran Pemkab Bogor berkomitmen menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Bupati Rudy Susmanto, dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 November 2025.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, terutama di Kabupaten Bogor.
“Pertumbuhan ekonominya bagus, dan saya yakin itu karena faktor perumahan. Rumah subsidi banyak dibangun, kegiatan konstruksi meningkat, dan itu membuka banyak lapangan pekerjaan. Satu rumah subsidi bisa menyerap tenaga kerja 4–5 orang, belum termasuk toko bangunan, sopir angkutan material, warung, dan industri seperti semen dan pasir,” jelas Maruarar.

