KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah arus globalisasi dan derasnya pengaruh budaya asing, generasi muda dituntut untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam berbahasa dan berbudaya. Hal itu ditekankan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat membuka Gebyar Bulan Bahasa VII di SMP Kesatuan Bogor.
“Jadilah generasi muda yang cerdas berbahasa dan santun berbudaya. Mampu menggunakan bahasa dengan tepat, bijak, dan bermakna. Menjunjung kesopanan dan kejujuran,” pesan Jenal kepada para peserta kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Berbahasa, Santun Berbudaya.”
Dalam kesempatan itu, Jenal mengingatkan pentingnya menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar yang cerdas berkomunikasi dan santun berinteraksi.
Kegiatan tersebut diikuti 116 peserta dari sekolah dasar se-Bogor Raya, yang menurut Jenal mencerminkan tingginya antusiasme pelajar terhadap pembelajaran bahasa.
“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tapi juga cermin kepribadian dan budaya bangsa. Dengan menjaga itu, berarti kalian juga menjaga martabat bangsa Indonesia,” ujarnya.
Gebyar Bulan Bahasa diisi dengan beragam kegiatan dan perlombaan tradisional, mulai dari tarian jaipong hingga permainan rakyat dan lomba berbasis seni dan bahasa.
Sementara itu, Kepala SMP Kesatuan, Sari Rahayu, menuturkan kegiatan tahunan ini rutin digelar setiap Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
“Kegiatan ini digelar untuk menghormati sejarah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya bangsa,” ujar Sari. (Nicko)


