KITAINDONESIASATU.COM – Vitamin D adalah nutrisi penting yang disintesis secara alami ketika kulit terkena sinar matahari. Zat ini tidak hanya menjaga kesehatan tulang dan persendian, tetapi juga memainkan peran besar dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
Menurut Dr. Tran Thi Minh Hanh, Kepala Departemen Dietetik Rumah Sakit Hoan My Saigon, kekurangan vitamin D kini menjadi masalah umum di Vietnam — meskipun negara tersebut kaya akan sinar matahari.
Penyebab utamanya adalah gaya hidup modern yang membuat banyak orang jarang beraktivitas di luar ruangan, penggunaan tabir surya berlebihan, serta polusi udara yang menghambat penyerapan sinar UVB oleh kulit.
Dr. Hanh menjelaskan bahwa sinar UVB, yang paling kuat antara pukul 10 pagi hingga 3 sore, membantu tubuh mengubah previtamin D di kulit menjadi bentuk aktif dalam darah. Vitamin D ini sangat penting bukan hanya untuk sistem rangka, tapi juga untuk mengatur sistem imun dan menurunkan risiko penyakit metabolik.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat menurunkan sensitivitas insulin, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, serta melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Sebaliknya, kadar vitamin D yang cukup membantu tubuh lebih kuat melawan virus, terutama saat musim flu.
Dr. Hanh menyarankan agar setiap orang berjemur selama 10–15 menit setiap hari, dengan bagian tubuh seperti lengan, kaki, dan punggung terkena sinar matahari langsung. Waktu paling ideal adalah antara pukul 10.00–15.00, karena pada pagi hari sebelum jam 9, sinar UVB belum cukup kuat untuk merangsang produksi vitamin D.
Ia juga menekankan bahwa bagi lansia, pasien ginjal, atau mereka yang jarang terpapar sinar matahari, suplemen vitamin D sebaiknya dikonsumsi berdasarkan saran dokter untuk menghindari risiko toksisitas, karena vitamin D bersifat larut lemak dan dapat menumpuk dalam tubuh.





