KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa tahun terakhir, konsumsi protein meningkat pesat karena banyak orang—terutama generasi muda—menganggapnya kunci hidup sehat dan tubuh ideal. Mereka menambahkan protein dalam hampir semua makanan, mulai dari sarapan hingga camilan. Namun, tren ini justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli gizi.
Kok bisa?
Menurut ahli gizi Rob Hobson, protein memang penting untuk membentuk otot, memperbaiki jaringan, dan menjaga kekuatan tubuh. Tapi ia menegaskan bahwa tubuh juga membutuhkan karbohidrat dan lemak untuk berfungsi optimal.
“Sebagian besar orang sebenarnya sudah mengonsumsi cukup protein,” ujarnya.
Pedoman kesehatan bahkan hanya merekomendasikan sekitar 0,75 gram protein per kilogram berat badan per hari, atau sekitar 60 gram untuk pria dan 54 gram untuk wanita.
Masalahnya, konsumsi protein berlebih dapat memberi beban berat pada ginjal. Proses pemecahan protein menghasilkan limbah seperti urea dan kalsium yang harus disaring ginjal.
Jika terlalu banyak, risiko batu ginjal bahkan gagal ginjal bisa meningkat.





