Selain itu, diet tinggi protein seringkali menyingkirkan nutrisi lain seperti serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan.
Sebuah studi dari University of Southern California terhadap lebih dari 6.000 orang berusia di atas 50 tahun menemukan bahwa mereka yang mendapatkan lebih dari 20% kalori harian dari protein memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker, diabetes, dan kematian dini.
Bahkan, mereka empat kali lebih mungkin meninggal karena kanker dibanding yang asupan proteinnya sedang.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa daging merah dan olahan dapat meningkatkan risiko kanker usus.
Para ahli menyarankan untuk memilih sumber protein berkualitas dan mengombinasikan antara protein hewani dan nabati, seperti telur, ikan, kacang-kacangan, kedelai, unggas, dan produk susu.
Kuncinya bukan memperbanyak protein, tetapi menjaga keseimbangan dan variasi dalam pola makan sehari-hari.***





