Bisnis

Serbuan Mobil China ke Vietnam Mengalami Kenaikan Signifikan dari Tahun ke Tahun

×

Serbuan Mobil China ke Vietnam Mengalami Kenaikan Signifikan dari Tahun ke Tahun

Sebarkan artikel ini
mobil geely
Mobil Geely XES produk China

KITAINDONESIASATU.COM – Data Bea Cukai Vietnam menunjukkan, hingga akhir Agustus 2025, Vietnam telah menyelesaikan impor total 137.821 mobil lengkap segala jenis, dengan nilai omzet melebihi 3 miliar USD.

Dari jumlah itu, Indonesia dan Thailand masih menjadi negara pemasok mobil impor terbanyak ke pasar Vietnam.

Namun, mobil yang diimpor dari China ke Vietnam juga menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan kuantitas signifikan sejak tahun 2023 hingga 2025.

Setidaknya dari catatan Bea Cukai Vietnam seperti dilansir media vietnam Znews mengungkap pada bulan pertama tahun 2024 menghabiskan anggaran 582 juta dollar AS untuk mengimpor 19.649 mobil lengkap dari semua jenis dari China.

Kemudian memasuki tahun 2025 pada 8 bulan pertama mobil impor dari China masuk ke Vietnam tumbuh pesat hingga mencapai 30.506 mobil.

Gelombang mobil China terus mengalami kenaikan, bahkan banyak perusahaan mobil China memasuki pasar Vietnam seperti BYD, GAC, Omoda, Jaecoo, Geely dan beberapa di antaranya mengimpor langsung dari China untuk didistribusikan ke pelanggan domestik Vietnam.

Bahkan masih ada pula model mobil yang diimpor oleh perusahaan China dari Indonesia, Thailand dan Malaysia, namun tidak jarang juga bagi merek untuk memilih membawa produk ke Vietnam dari pabrik di negara asal mereka.

Beberapa merek mobil itu yakni Geely EX5, Geely Monjaro dan BYD serta GAC diimpor langsung dari China, bahkan merek MC ini telah lama melekat di pasar Vietnam dan juga mengimpor MG5, MG7 dan MG G50 baru dari China.

Secara umum permintaan pasar mobil dari China cenderung meningkat tajam bertepatan dengan saat gelombang mobil hasil industri negara ini mendarat di Vietnam.

Pada bulan Agustus 2025 saja tercatat 736 mobil dengan 9 kursi atau kurang telah menyelesaikan prosedur bea cukai masuk ke Vietnam dari China, namun angka ini menurun 31,2 persen. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *