KITAINDONESIASATU.COM – Adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya memaslahatkan rakyat, namun kini kembali menjadi sorotan setelah adanya siswa yang menjadi korban dugaan keracunan massal setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat.
Sebanyak 842 siswa di Kabupaten Bandung Barat menjadi korban keracunan usai konsumi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data ini hasil akumulasikan dari 2 kejadian yaitu pada Senin (22/9/2025) di Kecamatan Cipongkor, dan Rabu (24/9/2025) di dua kecamatan sekaligus yaitu Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Cihampelas Bandung Barat. Data ini didapat dari Dinas Kesehatan Bandung Barat.
Ratusan siswa datang ke posko kesehatan dengan beragam keluhan medis diantaranya mual, demam, pusing hingga muntah. Sebagian korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat, sedangkan siswa lainnya harus mendapatkan perawatan langsung di Rumah Sakit. Kondisi ini membuat banyak sekali para medis yang berdatangan ke tempat kejadian.
Baca juga : Pedri Finish ke-11 Ballon d’or : Hasil yang Menuai Kontroversial
Dilansir dari akun tiktok Tribun Priangan Official, bahwa petugas medis cukup kewalahan dalam menangani korban keracunan MBG tersebut yang terus bertambah sehingga alat-alat pendukung penanganan medis pun mengalami keterbatasan.
“kami membutuhkan infus, oksigen, obat-obatan segera. Ini kondisinya cukup kacau, karenadatangnya hampir bersamaan. Petugas medis cukup kewalahan” kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah di lokasi.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius karena telah menyangkut ratusan siswa yang bahkan hampir mencapai 1000 siswa. Pemerintah dari daerah Dinas Kesehatan masih menyelidiki penyebab adanya gejala racun dalam sampel makanan tersebut yang pastinya akan menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya agar insiden serupa tidak kembali terjadi.(*)



