Bisnis

Tetesan Air Mata Sri Mulyani Saat Pamit ke DPR-RI

×

Tetesan Air Mata Sri Mulyani Saat Pamit ke DPR-RI

Sebarkan artikel ini
SRI MULYANI
Menku, Sri Mulyani saat berpamitan dihadapan anggota DPR-RI sambil menangis. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Setiap masa ada pemeran dan orangnya, dan setiap orang ada peran serta masanya.

Begitu juga bagi saya sendiri, hari ini merupakan kali terakhir saya menghadiri Rapat Banggar @dpr_ri mengenai Pembicaraan Tk 1 Pembahasan RUU APBN 2025, di gedung DPR RI, Selasa (17/9/2024).

Berawal 27 Juli 2016, 2974 hari sudah, saya berinteraksi dengan DPR RI secara sangat erat, berkolaborasi, beradu argumen, berpikir keras, dan bersama-sama mewujudkan kecintaan kami kepada Republik Indonesia.

Semua mewujud melalui penyusunan APBN yang kredibel, akuntabel, sustainable, dan sehat agar terus bisa menjadi instrumen penentu kemajuan negara.

Secara pribadi saya ucapkan terima kasih tak terhingga dan penghargaan setinggi-tingginya bagi seluruh pimpinan dan anggota Banggar DPR RI atas seluruh pandangan, masukan, bahkan kritikannya sehingga hari ini kita bisa menyelesaikan sebuah tugas dan amanat konstitusi.

Menyetujui APBN 2025 yang merupakan APBN transisi pemerintah baru.

Kita semua perlu terus menjaga agar politik senantiasa menjadi wahana untuk merawat nalar publik.

Saya ingat wejangan dari Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama, Bung Hatta:

Cerdas dapat diperbaiki dengan belajar,
Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman,
Namun tidak jujur sulit untuk diperbaiki.

Dalam kesempatan yang baik ini, saya juga berterima kasih kepada tim saya di @kemenkeuri.

Pak Wamen @suahasil, Pak Wamen Tommy, seluruh pejabat Eselon I, hingga seluruh pelaksana.

Saya tahu sekali, mereka bekerja keras dengan profesionalisme dan integritas yang terus dijaga.

Memastikan APBN dirancang, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan dengan baik —untuk terus membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

To err is human. Errare humanum est. Al insanu mahalul khoto wa nis-yan. Sebagai seorang manusia yang jauh dari kesempurnaan, saya juga memohon maaf sedalam-dalamnya atas segala kesalahan saya.

Setiap perjalanan pasti berakhir. Namun, setiap akhir juga menjadi awalan sebuah kisah yang baru.

Semoga menjadi akhir yang baik husnul khatimah.

Mari terus memastikan setiap rupiah di APBN memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Menuju tanah terjanji, Indonesia, yang tata, titi, tentrem, kerta raharja!, penyampaian itu disampaikan Sri Mulyani sambil meneteskan air mata. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *