KITAINDONESIASATU.COM – Produksi kopi Vietnam diperkirakan tahun ini terus melejit, sebagai negara kedua penghasil kopi terbesar di dunia Vietnam akan menikmati keuntungan besar dalam ekspor kopi yang terus melonjak naik.
Yang pasti sekitar 3 juta petani kopi di negara ini bakal bersukacita atas meningkatnya kualitas dan produksi kopi serta besarnya permintaan pasar di negara-negara Eropa dan Amerika.
Ketua Asosiasi Kopi dan Kakao Vietnam (VICOFA), Nguyen Nam Hai mengatakan dalam 7 bulan pertama tahun 2025, ekspor kopi mencapai Vietnam mencapai 1,1 juta ton, atau senilai 6 miliar dolar AS.
Situasi ini mengalami kenaikan hingga 7,4% dalam volume dan 65% dalam nilai dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang merupakan tahun pertama ekspor kopi Vietnam mencapai angka 6 miliar dolar AS.
Dengan demikian, hanya dalam waktu 7 bulan, ekspor kopi pada tahun 2025 melampaui rekor sebelumnya di tahun 2024 sebesar 5,62 miliar dolar AS.
Dikatakan Nguyen jika dihitung selama 10 bulan pertama tahun panen 2024/2025 (Oktober 2024 hingga September 2025), Vietnam mengekspor sekitar 1,35 juta ton kopi dengan omzet sekitar 7,5 miliar dolar AS, turun 1,1% volumenya, tetapi naik 56,6% omzetnya dibandingkan 10 bulan pertama tahun panen 2023/2024.
“Dengan demikian, tahun panen 2024/2025 merupakan tahun panen pertama di mana omzet ekspor melampaui angka 7 miliar dolar AS dan dapat melampaui angka 8 miliar dolar AS sepenuhnya ketika tahun panen berakhir pada 30 September 2025 nanti,” ujar Nguyen.
Menurut Nguyen, lonjakan ini dipicu oleh demam harga di pasar global, hingga terjadinya penurunan pasokan akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino telah mendorong harga kopi ke level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Harga ekspor rata-rata kopi Vietnam dalam 7 bulan pertama tahun ini mencapai lebih dari 5.670 dolar AS /ton, naik lebih dari 53% dibandingkan periode yang sama.
Namun alasan kedua dan yang lebih penting lagi adalah adanya peningkatan kualitas kopi Vietnam, menurut penilaian Departemen Ekspor-Impor (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan), para pelaku usaha telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi pemrosesan mendalam dan ketertelusuran.
Pemanfaatan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) seperti EVFTA dan CPTPP secara efektif juga telah membuka pintu bagi pasar yang menuntut, sehingga meningkatkan nilai biji kopi Vietnam.
Menurut Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam pertumbuhan kopi Vietnam tersebar luas, dari pasar tradisional hingga pasar negara berkembang.
Negara-negara Eropa tetap menjadi pelanggan terbesar kopi dari Vietnam, dengan omzet sebesar $3,6 miliar.
Misalnya Jerman memimpin pasokan kopi dari Vietnam dengan pertumbuhan yang mencengangkan sebesar 113,1%, diikuti oleh Italia (naik 47,4%) dan Spanyol (naik 67%).
Sementara Benua Amerika juga mencatat terobosan spektakuler, ekspor ke AS meningkat 76,4%, sementara pasar Meksiko melonjak hingga 88 kali lipat.
Asia juga merupakan tujuan potensial karena Jepang (naik 56,5%), Korea Selatan (naik 69,3%) dan Cina (naik 24,4%) semuanya menunjukkan daya beli yang kuat. **


