KITAINDONESIASATU.COM – Kasus memilukan kembali mengguncang Sukabumi, Jawa Barat. Seorang anak bernama Raya meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing gelang berukuran 10 hingga 35 cm. Padahal, menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tragedi ini sebenarnya bisa dicegah jika ada kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa cacing gelang sangat mudah dikenali karena bentuknya besar dan bisa terlihat dengan mata telanjang. Infeksi terjadi saat telur cacing tertelan, lalu berkembang biak di usus halus hingga menembus aliran darah menuju jantung dan paru-paru. Dampaknya bisa fatal, yakni batuk tak kunjung sembuh, pilek berkepanjangan, sesak napas, hingga cacing keluar dari hidung.
Aji menegaskan, masyarakat sebenarnya bisa melakukan pencegahan sederhana dengan menjaga kebersihan pribadi maupun lingkungan, seperti BAB di tempatnya, mencuci tangan, membersihkan makanan, memotong kuku, hingga memastikan air bersih tersedia.
Lebih jauh, kata dia, pemerintah telah menyediakan obat cacing Albendazol gratis di puskesmas. Obat ini bahkan rutin dibagikan dua kali setahun kepada anak-anak usia 1–12 tahun melalui posyandu atau kegiatan UKS di sekolah.
“Pemerintah juga membagikan obat cacing gratis, yang diberikan 2 kali dalam 1 tahun pada anak usia 1 – 12 tahun,’’ ujar Aji, Rabu, 20 Agustus 2025.
Puskesmas Kabandungan bersama Dinas Kesehatan Sukabumi juga sudah menjalankan sejumlah langkah, mulai dari pemberian makanan tambahan bagi anak bergizi kurang, hingga program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) untuk cegah cacingan. (*)

