KITAINDONESIASATU.COM – Kodak, ikon industri fotografi yang telah berdiri selama lebih dari satu abad, kini menghadapi ancaman besar terhadap kelangsungan usahanya.
Perusahaan yang dulu menguasai pasar kamera film dunia ini memperingatkan investor bahwa mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar utang sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp8,1 triliun (kurs Rp16.200 per USD).
Dalam laporan pendapatan kuartalan yang dirilis Senin, Eastman Kodak mengungkapkan bahwa keterbatasan pembiayaan dan likuiditas menimbulkan “keraguan substansial” terhadap kemampuan perusahaan untuk bertahan.
Akibat pengumuman tersebut, saham Kodak (KODK) anjlok 25% pada perdagangan Selasa.
Sebagai langkah darurat, perusahaan akan menghentikan pembayaran program pensiun bagi karyawan untuk mengalihkan dana ke pelunasan utang.
Menariknya, Kodak menyebut tarif perdagangan terbaru dari Donald Trump tidak akan berdampak signifikan karena mayoritas produknya dibuat di Amerika Serikat.
Jejak Panjang Kodak
Didirikan pada 1892, Kodak pernah menguasai 90% pasar kamera film di AS pada 1970-an.


