KITAINDONESIASATU.COM – Militer Israel menyatakan bahwa ada “kemungkinan besar” tiga sandera yang ditemukan tewas dalam sebuah terowongan tahun lalu secara tidak sengaja terbunuh dalam serangan udara yang juga menewaskan kepala brigade Hamas di Gaza utara, Ahmed al-Ghandour, pada November.
Keluarga Kolonel Nik Beizer, Sersan Ron Sherman, dan warga sipil Prancis-Israel Elia Toledano, yang diculik Hamas pada 7 Oktober, baru diberitahu minggu lalu oleh pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bahwa hasil penyelidikan menunjukkan mereka kemungkinan besar tewas akibat serangan IDF.
Jasad ketiganya ditemukan pada 14 Desember di sebuah terowongan di Jabaliya, tetapi penyebab kematiannya baru dipastikan belakangan ini.
IDF menyatakan serangan udara tersebut awalnya ditargetkan pada al-Ghandour yang bersembunyi di terowongan, dan pada saat itu militer tidak menyadari adanya sandera di lokasi tersebut.
Keluarga sandera sebelumnya diberi tahu bahwa mereka dibunuh oleh Hamas. Pada Januari, IDF membantah klaim Hamas bahwa mereka tewas akibat serangan udara Israel.
Temuan investigasi ini dapat meningkatkan tekanan bagi pemerintah Israel untuk menyelesaikan kesepakatan demi memulangkan sandera lain yang masih ditahan oleh Hamas.- ***
Sumber: The Guardian
