Lifestyle

Fenomena Rojali dan Rohana, Nongkrong Ramai, Belanja Sepi di Mal

×

Fenomena Rojali dan Rohana, Nongkrong Ramai, Belanja Sepi di Mal

Sebarkan artikel ini
Fenomena Rojali dan Rohana, Nongkrong Ramai, Belanja Sepi di Mal
Fenomena Rojali dan Rohana, Nongkrong Ramai, Belanja Sepi di Mal / Unsplash Welovebarcelona.de

KITAINDONESIASATU.COM – Belakangan ini, istilah ‘Rojali dan Rohana’ tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam sepekan terakhir, dua istilah ini menjadi sorotan publik karena dinilai mewakili realita yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya di pusat-pusat perbelanjaan.

Meski belum tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring, penggunaannya makin meluas dan membuat banyak orang penasaran akan arti sebenarnya.

Secara makna, Rojali merupakan singkatan dari “rombongan jarang beli”. Istilah ini merujuk pada orang-orang yang datang ke mal atau pusat perbelanjaan hanya untuk berjalan-jalan, berfoto, atau sekadar menikmati fasilitas—tanpa melakukan pembelian barang.

Sementara itu, istilah Rohana muncul sebagai “pasangan” dari Rojali, dengan arti “rombongan hanya nanya-nanya”. Namun, beberapa orang juga mengartikannya sebagai “rombongan hanya narsis”.

“Fenomena ini dianggap cukup mempengaruhi omzet pedagang dan pelaku usaha di pusat perbelanjaan,” tulisnya seperti dikutip pada Rabu, 6 Agustus 2025.

“Meski jumlah pengunjung tampak tinggi, angka penjualan tidak selalu sebanding karena banyak yang sekadar hadir tanpa belanja,” sambungnya.

Beragam respons pun muncul terhadap istilah ini. Sebagian menganggapnya sebagai kritik jenaka terhadap gaya hidup ‘nongkrong tapi irit’, sedangkan sebagian lainnya melihatnya sebagai cerminan kondisi ekonomi yang sedang sulit.

Fenomena Rojali dan Rohana ini menjadi tanda perubahan pola perilaku konsumen, yang perlu dicermati oleh pelaku bisnis dan pengamat ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *