KITAINDONESIASATU.COM– Kota Bogor kembali menjadi sorotan nasional. Kali ini, kota hujan dipercaya menjadi tuan rumah peringatan Puncak Hari Kependudukan Dunia (World Population Day) tahun 2025 yang digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama United Nations Population Fund (UNFPA).
Mengusung tema “Yang Muda Yang Berdaya”, acara yang sarat makna ini dipusatkan di Kampung Berkualitas, RW 02 Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat. Beragam kegiatan edukatif dan inspiratif digelar, mulai dari stan pelayanan kependudukan, konseling keluarga, hingga penampilan anak-anak muda yang menggambarkan semangat generasi emas Indonesia.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyambut kepercayaan ini dengan penuh kebanggaan. Ia menilai, penunjukan Kota Bogor sebagai lokasi peringatan puncak merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Temanya ini ‘Yang Muda Yang Berdaya’ dengan harapan ada juga generasi emas yang datang pada 2045 dari Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim, Kamis 31 Juli 2025.
Dedie menambahkan, momentum ini juga sejalan dengan komitmen Pemkot Bogor dalam membangun kota ramah keluarga, yang menjadi bagian dari visi Bogor Beres, Bogor Maju. Ia meyakini, melalui kegiatan ini generasi muda akan semakin memahami pentingnya merencanakan keluarga serta merintis masa depan secara terstruktur.
“Berbagai program yang ada pada dinas di lingkup Pemerintahan Kota Bogor juga ujungnya adalah kota ramah keluarga di samping visi misi 2025–2030 Bogor Beres, Bogor Maju. Ini juga sebagai komitmen untuk kita terus mendukung program keluarga berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, yang membacakan sambutan Menteri Wihaji, menekankan pentingnya mendengar suara generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Sehingga kita harus mendengarkan dan pertimbangkan suara generasi muda. Tema ini juga diambil mengacu pada situasi kependudukan dan dinamika yang penuh tantangan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wihaji menyoroti potensi besar remaja Indonesia yang jumlahnya mencapai 64 juta jiwa – sekitar seperlima dari total populasi. Mereka dinilai sebagai kekuatan strategis untuk mendorong kemajuan bangsa.


