KITAINDONESIASATU.COM – Pembangunan lintasan Balap Kerbau Rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, tuntas pada tahun anggaran 2024. Sejumlah fasilitas pendukung pun telah disiapkan, menjadikan kawasan ini destinasi wisata andalan yang mengusung konsep wisata alam dan budaya.
Plh. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Mugeni, mengatakan pembangunan tersebut mencakup lintasan pacuan, dermaga, toilet umum, gazebo, jembatan titian, hingga pengerasan tanah dan paving block di sekeliling arena.
“Ini bagian dari upaya mewujudkan Objek Wisata Kerbau Rawa sebagai destinasi unggulan Kalsel. Pemerintah provinsi sudah menyusun masterplan dan membangun infrastruktur penunjang agar wisatawan lebih nyaman,” kata Mugeni di Banjarmasin, Rabu (30/7/2025).
Ke depan, Pemkab Hulu Sungai Utara melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) berencana menggelar Candi Agung Festival pada 2026. Salah satu acara utamanya adalah lomba Pacuan Kerbau Rawa yang menjadi atraksi wisata khas daerah tersebut.
Meski pembangunan utama telah rampung, Mugeni mengakui masih ada fasilitas yang perlu dilengkapi pada anggaran mendatang. Hal ini penting agar kawasan wisata semakin representatif, sesuai dengan prinsip 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas).
Ia menekankan pentingnya pembenahan akses menuju lokasi. Saat ini, jarak tempuh dari jalan nasional (Jalan A. Yani) masih relatif jauh dengan minim penunjuk arah. Sementara jalur air dari Dermaga Danau Panggang ke Desa Bararawa membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan speedboat atau perahu tradisional.
“Transportasi air harus dipikirkan kenyamanannya, termasuk biaya wisatawan. Namun jangan sampai transportasi massal berbasis air justru mematikan usaha warga, seperti pemilik speedboat dan kapal tradisional,” ujar Mugeni.
Selain itu, ia menegaskan pengembangan kawasan harus tetap mengedepankan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat loka“Habitat kerbau rawa dan ikan-ikan yang berkembang biak alami di kawasan ini harus tetap lestari. Aktivitas wisata juga wajib mematuhi aturan keselamatan perairan dan peraturan kawasan hutan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap lintasan Pacuan Kerbau Rawa yang kini sudah representatif dapat menjadi daya tarik wisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal, sekaligus mendorong perekonomian warga sekitar. (Anang Fadhilah)


