News

KKP Nilai Susu Ikan Lebih Murah dan Banyak Protein Dibanding Susu Sapi

×

KKP Nilai Susu Ikan Lebih Murah dan Banyak Protein Dibanding Susu Sapi

Sebarkan artikel ini
images 11

KITAINDONESIASATU.COM – Istilah ‘susu ikan’ banyak dibicarakan masyarakat, apalagi minuman ini disebut bisa menjadi alternatif susu sapi dalam program susu gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim harga susu ikan lebih murah daripada susu sapi.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Budi Sulistyo mengatakan, hal ini berdasarkan perhitungan awal yang dilakukan dengan produsen susu ikan. Hal itu pun dinilai bisa menjadi salah satu pilihan untuk pengganti susu sapi.

Dikatakan Budi, ikan yang selama ini digunakan menjadi bahan baku adalah ikan petek dan ikan selar yang harganya murah dan mudah ditemukan di pasaran. Lalu, daging ikan ini diolah melalui serangkaian proses dan pemurnian untuk menghasilkan konsentrat protein ikan.

“Konsentrat protein ikan ini yang kemudian dicampur dengan berbagai bahan lain untuk menciptakan tekstur dan rasa yang mirip dengan susu konvensional,” kata Budi, yang dikutip Rabu (11/9).

Budi menjamin susu ikan ini tidak beraroma amis, tidak berbau dan tidak berwarna, bahkan gizinya lebih bagus daripada susu sapi. “Kandungan pembedanya cukup signifikan, karena (susu ikan) kandungan omega 3 nya sangat tinggi karena berbasis ikan,” jelasnya.

Ditambahkan Budi, susu ikan juga dipastikan tak akan membuat alergi bagi orang-orang mengkonsumsi. Sebab, tidak mengandung laktosa sehingga aman diminum setiap hari.

“Bisa dikonsumsi setiap hari, justru semakin bagus. Nggak ada (efek tertentu), bebas laktosa. Ini jadi keunggulan juga karena laktosa free,” ujarnya.

Dengan hasil perhitungan dan pemeriksaan, ujar Budi, ia berharap susu ikan ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri. Hal ini dirasa baik untuk program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Terlebih, sambung Budi, Indonesia masih rendah dalam konsumsi protein harian, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), asupan protein harian masyarakat hanya 62 gram per kapita per hari,

“Kami berharap hasil inovasi ini menjadi penguat kebutuhan susu di Indonesia, terutama anak-anak yang sedang tumbuh, balita dan menjadi satu kesempatan kita bahwa program makan bergizi gratis ini, bagaimana kita menggali sumber-sumber makanan terutama protein,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *