KITAINDONESIASATU.COM – Komisi V DPR RI menyampaikan dukungan penuh terhadap Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam upaya peningkatan anggaran untuk tahun 2026.
Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Senin, 7 Juli 2025, di Gedung DPR RI, Jakarta.
RDP tersebut membahas laporan keuangan tahun anggaran 2024, evaluasi pelaksanaan APBN 2025 hingga Juli, serta rencana kerja Basarnas dalam RKP 2026.
Turut hadir dalam rapat ini Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, beserta jajaran pimpinan tinggi Basarnas dan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
SAR Belum Maksimal, Anggaran Jadi Tantangan
Dalam pemaparannya, Kabasarnas menekankan bahwa tantangan terbesar Basarnas adalah terbatasnya anggaran yang berdampak langsung pada kualitas layanan SAR.
Kondisi ini berdampak pada lambatnya operasi penyelamatan dan terganggunya sistem deteksi dini, yang menjadi krusial dalam penyelamatan korban bencana dan kecelakaan.
“Setiap menit keterlambatan, setiap alat yang tidak siap, dan SDM yang tidak terlatih bisa berarti nyawa melayang yang seharusnya bisa diselamatkan,” tegas Kabasarnas.
Butuh Regulasi Tempat Wisata Berisiko
Menanggapi maraknya kejadian di daerah berisiko tinggi seperti Gunung Rinjani, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan pentingnya regulasi standar risiko di tempat-tempat wisata ekstrem.


