KITAINDONESIASATU.COM – Warna feses normal biasanya berkisar antara cokelat muda hingga cokelat tua.
Warna ini berasal dari kombinasi sisa makanan, sel darah merah yang telah rusak, serta bakteri yang berada di usus besar.
Jika makanan melewati saluran pencernaan terlalu cepat, warna feses dapat berubah.
Perubahan warna feses menjadi hijau sebenarnya cukup lazim dan tidak selalu menandakan masalah kesehatan.
Berikut beberapa faktor penyebabnya:
- Konsumsi Makanan Berwarna Hijau
Feses bisa menjadi hijau akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna hijau seperti sayuran berdaun, rempah, dan buah tertentu. Kandungan klorofil pada tanaman memberi warna hijau alami. Selain itu, pewarna makanan buatan yang berwarna hijau juga dapat memengaruhi warna tinja. - Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Beberapa jenis obat dan suplemen bisa mengubah warna feses, antara lain:
Suplemen zat besi (biasanya membuat feses lebih gelap atau hitam)
Produk berbahan klorofil, seperti spirulina atau ganggang hijau
Antibiotik
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti indomethacin
- Diare
Saat diare, proses pencernaan berlangsung terlalu cepat sehingga empedu tidak sempat terurai sempurna menjadi warna cokelat. Akibatnya, warna hijau dari empedu tetap terlihat pada feses. Biasanya, warna feses akan kembali normal dalam beberapa hari setelah diare mereda.
Meski umumnya tidak berbahaya, jika feses hijau berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti demam, mual, nyeri perut, atau darah saat BAB, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Warna Feses yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua perubahan warna feses bersifat normal. Berikut adalah beberapa warna yang bisa mengindikasikan masalah kesehatan:
- Feses Hitam
Warna hitam bisa muncul karena suplemen zat besi. Namun, jika disebabkan oleh perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, feses hitam bisa menjadi tanda kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera. - Feses Merah
Feses merah bisa muncul karena makanan berwarna merah seperti buah naga, bit, atau tomat. Namun jika darah segar terlihat, bisa jadi itu tanda wasir, polip, atau tumor di usus besar. Semakin cerah warna merahnya, semakin besar kemungkinan darah berasal dari usus bagian bawah. - Feses Putih
Feses berwarna putih atau pucat bisa menandakan gangguan pada saluran empedu, seperti penyumbatan akibat batu empedu, peradangan, atau tumor. Kondisi ini menghambat aliran empedu ke usus dan perlu diperiksa secara medis.
Pemeriksaan dan Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan
Warna feses tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan diagnosis. Dokter biasanya akan mengevaluasi riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, pola makan, serta melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium pada feses untuk mendeteksi infeksi, darah, lemak, atau sel-sel abnormal.
Jika perlu, pemeriksaan lanjutan terhadap organ pencernaan seperti lambung, usus, hati, pankreas, dan saluran empedu juga dilakukan.
Untuk menjaga feses tetap normal dan sistem pencernaan tetap sehat:
Konsumsi makanan tinggi serat seperti gandum utuh, sayuran segar, buah, dan kacang-kacangan
Minum air putih cukup
Lakukan aktivitas fisik secara rutin untuk membantu gerakan usus dan metabolisme tubuh
Feses berwarna hijau umumnya tidak berbahaya dan sering kali terkait dengan makanan atau kondisi sementara seperti diare.
Namun, jika disertai keluhan lain atau berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.-***



