KITAINDONESIASATU.COM – Francesco Bagnaia atau yang akrab disapa Pecco Bagnaia menjadi salah satu nama terbesar di MotoGP saat ini.
Pembalap asal Italia ini tidak hanya sukses membawa Ducati kembali berjaya, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pembalap paling konsisten dan analitis di lintasan.
Siapa Francesco Bagnaia?
Francesco Bagnaia lahir pada 14 Januari 1997 di Turino, Italia. Saat ini, di usia 28 tahun, Pecco memiliki tinggi badan 176 cm dengan berat sekitar 64 kg. Ia bergabung dengan Ducati Lenovo Team sejak musim 2021 setelah sebelumnya berkarier di Pramac Racing.
Bagnaia mendapat julukan “Pecco” sejak kecil oleh keluarganya, nama panggilan yang kini dikenal di seluruh dunia balap motor.
Perjalanan Karier Pecco Bagnaia
Seperti kebanyakan pembalap MotoGP, Bagnaia memulai kariernya dari balap minimoto dan MiniGP. Pada tahun 2009, Pecco menjuarai European MiniGP, sebuah pencapaian yang menjadi batu loncatan bagi karier profesionalnya. Talentanya yang menonjol di usia muda membuatnya direkrut untuk turun di kejuaraan yang lebih bergengsi.
Pecco mulai debut di Moto3 pada tahun 2013. Meski musim perdananya belum terlalu gemilang, ia terus berkembang setiap musim. Bersama tim Sky Racing Team VR46, Pecco meraih kemenangan perdananya di Assen pada tahun 2016. Konsistensinya di Moto3 membuka jalan menuju kelas Moto2.
Di Moto2, Pecco langsung menunjukkan kualitasnya. Pada 2017, ia meraih gelar Rookie of the Year berkat adaptasi cepat dan performa solid sepanjang musim. Tahun berikutnya, 2018, Pecco tampil dominan dan berhasil meraih gelar Juara Dunia Moto2 bersama Sky Racing Team VR46.
Kesuksesannya ini membuat Ducati tertarik memboyongnya ke kelas utama MotoGP.
Pecco debut di MotoGP pada 2019 bersama Pramac Racing. Meski sempat mengalami masa adaptasi yang berat, performanya meningkat drastis pada musim 2021 ketika naik ke tim pabrikan Ducati Lenovo Team. Pada tahun itu, Pecco mengoleksi 4 kemenangan dan menjadi runner-up di belakang Fabio Quartararo.
Puncak kariernya terjadi pada 2022 ketika ia menjadi Juara Dunia MotoGP, menorehkan sejarah sebagai pembalap Ducati pertama sejak Casey Stoner (2007) yang berhasil merebut gelar. Hebatnya lagi, Pecco berhasil mempertahankan gelar pada musim berikutnya di 2023, menjadikannya pembalap Ducati pertama yang memenangkan dua gelar dunia secara berturut-turut.
Prestasi dan Statistik Francesco Bagnaia
Berikut statistik karier Pecco Bagnaia hingga pertengahan 2025:
- Total kemenangan: 39 (29 di MotoGP, 8 di Moto2, 2 di Moto3)
- Total podium: 74 (51 di MotoGP)
- Pole position: 31 (24 di MotoGP)
- Juara Dunia: Moto2 (2018), MotoGP (2022 & 2023)
Dominasi Pecco di MotoGP bukanlah hasil kebetulan. Gaya balapnya yang halus, cerdas, serta kemampuannya menjaga ban hingga lap terakhir menjadi kunci kesuksesannya.
Gaya Balap dan Karakter Pecco Bagnaia
Berbeda dengan beberapa pembalap agresif seperti Marc Márquez atau Jorge Martín, Pecco dikenal sebagai pembalap yang analitis dan konsisten. Ia jarang membuat kesalahan sendiri di lintasan dan memiliki kemampuan membaca balapan dengan sangat baik.
Selain itu, Pecco juga memiliki hubungan erat dengan VR46 Riders Academy milik Valentino Rossi. Ia menjadi lulusan pertama yang berhasil meraih gelar dunia MotoGP, membuktikan keberhasilan program akademi tersebut dalam mencetak juara.
Kontrak dan Masa Depan Bersama Ducati
Pada awal 2024, Pecco resmi memperpanjang kontraknya dengan Ducati hingga 2026. Dengan kehadiran Marc Márquez di tim pabrikan Ducati mulai 2024, Pecco dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan statusnya sebagai rider nomor satu.
Namun, hal ini justru memotivasinya untuk terus berkembang. Dalam beberapa wawancara, Pecco menyatakan bahwa persaingan internal dengan Márquez membuatnya semakin fokus dan berambisi mempertahankan gelar untuk ketiga kalinya di musim 2025.
Mengapa Francesco Bagnaia Penting bagi Ducati?
Ducati selama ini dikenal sebagai motor yang sulit dikendarai. Namun, Pecco berhasil mengoptimalkan performa Desmosedici GP dan mematahkan kutukan Ducati yang sempat mandek selama lebih dari satu dekade tanpa gelar dunia.
Selain itu, Pecco adalah pembalap Italia yang membawa kebanggaan tersendiri bagi Ducati, pabrikan Italia. Kombinasi nasionalisme dan prestasi cemerlang inilah yang menjadikannya sebagai ikon baru MotoGP dan Ducati.
Francesco Bagnaia bukan hanya sekadar pembalap cepat. Ia adalah simbol kebangkitan Ducati di MotoGP, pembalap Italia dengan mental juara yang konsisten, analitis, dan rendah hati. Dengan kontraknya yang masih panjang bersama Ducati dan performa yang stabil, Pecco diprediksi akan menjadi salah satu pembalap dengan gelar terbanyak dalam sejarah MotoGP jika ia mampu mempertahankan dominasinya.
Bagi para penggemar MotoGP, menyaksikan duel Pecco Bagnaia melawan Marc Márquez di tim yang sama akan menjadi salah satu tontonan paling menarik dalam sejarah balap motor.
