KITAINDONESIASATU.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kembali lantang bersuara soal isu lingkungan. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan eksploitasi tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat, setelah PT Gag Nikel diizinkan beroperasi kembali oleh Kementerian ESDM.
Lewat cuitannya pada Senin (15/9), Susi menegaskan kerusakan alam Raja Ampat tidak akan termaafkan dan meminta presiden turun tangan. “Pak Presiden @prabowo, @setkabgoid @KemensetnegRI Raja Ampat adalah Warisan Bangsa yang tidak ternilai untuk Generasi yg akan datang. Kerusakan yg akan terjadi tidak mungkin termaafkan,” tulisnya.
Susi menilai keputusan itu bisa menjadi blunder bagi Presiden Prabowo. Ia menekankan sebagai pendukung, dirinya tidak rela jika kesalahan ditimpakan ke presiden, sehingga meminta semua kegiatan tambang di Raja Ampat dihentikan.
BACA JUGA : Prabowo Cabut Empat Izin Tambang di Raja Ampat
Keputusan izin tambang tersebut menuai protes dari aktivis lingkungan, termasuk Greenpeace. Namun, Kementerian ESDM berdalih bahwa pengoperasian PT Gag Nikel masih dalam rangka evaluasi audit lingkungan. Dirjen Minerba, Tri Winarno, mengungkap evaluasi sudah dilaporkan ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan dilakukan bersama lintas kementerian seperti KKP dan KLH.
Sebagai informasi, PT Gag Nikel sempat dihentikan operasinya sejak 5 Juni 2025, namun hingga kini izinnya tidak dicabut. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Antam Tbk itu masih memegang kontrak karya hingga 2047 dengan kapasitas produksi hingga 3 juta WMT nikel per tahun. (*)


