KITAINDONESIASATU.COM – Belakangan ini jagat TikTok ramai soal salju yang diperkirakan akan turun di Indonesia pada tahun 2026. Hingga tulisan ini tayang, video-video itu mendapat tayangan dan like mulai dari ribuan hingga jutaan. Lantas benarkah?
Sebuah video yang beredar menyebutkan bahwa suhu ekstrem dari Antartika bisa terbawa angin hingga ke wilayah tropis seperti Indonesia akibat pemanasan global.
Klaim ini disebarkan oleh akun-akun seperti Bunga Jasmine dan sejumlah kanal lainnya yang menyajikan narasi dramatis ala “breaking news”, lengkap dengan visual buatan kecerdasan buatan (AI).
Beberapa akun yang turut menyebarkan video ini antara lain @muhammadfais, @cheryantoin**, @arabkwadventur***, @11_lokalmar***, @pendaki_indo***, @history_and***, @botak_kerd**, dan @restup***.
Ini Kata BMKG
Tidak ada bukti ilmiah yag dapat menjelaskan fenomena salju di Indonesia tersebut.
Sebaliknya, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati justru mengungkapkan bahwa Indonesia sedang menghadapi risiko mencairnya salju abadi, terutama yang berada di Puncak Jayawijaya, Papua.
“Riset yang dilakukan BMKG oleh Tim Klimatologi memprediksi di tahun 2026 dikhawatirkan es ini sudah punah,” ujar Dwikorita dalam forum “Refleksi Banjir Jabodetabek: Strategi Tata Ruang dan Mitigasi Cuaca Ekstrem” yang ditayangkan oleh kanal YouTube Info BMKG pada 24 Maret 2025.
Senada dengan Dwikorita, menurut prakirawan BMKG, Reza, hasil riset terbaru dari BMKG Pusat menunjukkan bahwa pada tahun 2022, luas salju di kawasan itu hanya tersisa 0,23 kilometer persegi. Luasan tersebut terus berkurang, bahkan mencapai penyusutan sekitar 0,11 kilometer persegi hingga 0,16 meter persegi.
“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pencairan salju ini semakin signifikan. Ini untuk ketebalan salju yang tersisa hanya empat meter,” kata Reza, Senin Desember 2024 lalu.
Curah Hujan Tinggi Justru Bikin Salju di Papua semakin Cepat Cair
Ia menjelaskan bahwa selain karena perubahan iklim, curah hujan tinggi juga mempercepat mencairnya salju di kawasan tersebut. Penurunan luas dan ketebalan es ini telah menjadi tren selama beberapa tahun terakhir.
“Dulu embun dan uap air di Puncak Jayawijaya akan membeku menjadi salju. Namun sekarang hujan lebih sering turun di Puncak Jayawijaya ini justru mempercepat pencairan es,” ujarnya.
Hati-hati dengan Hoaks
Video yang mengklaim Indonesia akan mengalami salju pada 2026 banyak dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Konten semacam ini tidak berdasarkan riset ilmiah dan cenderung bersifat spekulatif serta sensasional.
Tujuannya lebih kepada menarik perhatian publik, bukan memberikan informasi yang valid. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi semacam itu.
BMKG juga mengimbau agar setiap informasi yang beredar di media sosial selalu dikroscek kembali, terutama jika tidak berasal dari sumber resmi atau lembaga yang kredibel. Bersikap kritis itu penting di era digital.
