“Emang pasti yang disalahin pertama hali gizi, banyak teman ahli gizi kerja di MBG baru 1-2 hari juga mau resign, kenapa? Karena vendor sama yayasan licik, bahan bakunya beli asal-asalan, dapurnya gak sesuai standar, budget banyak yang dipotong lagi. Mending berhentiin aja programnya,” ujar akun @jwinbestie.
“Di negara Eropa, Jepang, atau AS, kalau ada orang keracunan makanan massal, yang melakuakn ivestigasi adalah BPOM-nya, bukan memanggil ahli gizi. DPR Kita gobl*oknya kelewatan,” jelas akun @molerkodja.
“Yang ini gak dicek juga sama DPR? Isinya ahli gizi bangkotan semua nih. Mereka pasti paham sekali gimana cara meningkatkan gizi para pejabat dan koleganya,” papar akun @ridngemil.”Ya wajar. Kepala BGN selaku ketua pelaksananya saja bukan lulusan kedokteran gizi, tapi lulusan hama dan penyakit tumbuhan. Dan etimologi yang mempelajari tentang serangga. Apa relevansinya dengan makanan-makanan bergizi dan tumbuh kembang anak?,” tandas akun @johnjayje terkiat dengan pernyataan dari Dokter Tan Shot Yen tersebut. (*)
