Melalui akun resminya, jurnalis top Fabrizio Romano mengutip kesedihan sang kiper: “Sayangnya ibu saya juga tidak bisa berada di sini karena masalah VISA, dan uang yang harus kami bayar untuk itu. Kami tidak berhasil melakukan ini tepat waktu.”
Senada dengan itu, akun @eurofootcom membagikan momen pecah hati lainnya dari Vozinha: “Saya menangis setelah pertandingan karena saya tumbuh bersama kakek-nenek saya ketika saya masih kecil, dan mereka tidak bisa berada di sana.
Mereka meninggal beberapa tahun yang lalu.” Kisah pengorbanan seorang anak yang harus tampil di panggung tertinggi dunia tanpa restu langsung orang tua dan sosok yang membesarkannya ini sontak menyentuh hati jutaan orang.
Tak heran jika popularitas Vozinha Tanjung Verde meledak secara eksponensial. Seperti yang terungkap sebelumnya, followers Instagramnya meroket gila-gilaan dari 50.000 menjadi lebih dari 3 juta followers hanya dalam hitungan jam!
Ia bukan lagi sekadar kiper, melainkan simbol perjuangan dan cinta keluarga yang melampaui batas geografis.
Di tengah euforia ini, ada juga cerita lucu dari lini belakang.
Bek tangguh Roberto Lopes mengungkapkan fakta kocak bahwa ia awalnya bergabung dengan Timnas Tanjung Verde karena menerima sebuah pesan di LinkedIn yang sempat ia anggap sebagai spam!

