KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar 0,10 persen dan penyerapan 820 ribu pekerja melalui pemberdayaan UMKM.
“Di bagian lain, Program MBG memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian di Tanah Air,” kata anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika kepada wartawan, pada Jumat (30/8/2024) di Jakarta.
Dia menilai, program MBG dapat membangun dan meningkatkan kesejahteraan petani di desa.
Dia katakan, posisi strategis terkait dengan program makan bergizi, Ombudsman melihat ini merupakan cara negara untuk mengembalikan lagi bagaimana mengembangkan pertanian melalui kacamata dari sisi konsumen.
Maka dari itu, ia meminta agar program MBG harus berjalan dan didukung oleh semua pihak lantaran dalam pelaksanaan program MBG masih terdapat beberapa permasalahan kesediaan pangan dan pertanian yang sangat kompleks.
Permasalahan dimaksud, lanjutnya, seperti persoalan terkait perencanaan pengelolaan produksi pangan, infrastruktur, logistik, kebijakan harga dan subsidi, ketahanan dan cadangan pangan, kesehatan dan nutrisi, adaptasi dan perubahan iklim, persoalan dan impor pangan, serta koordinasi lintas pangan.
“Dalam diskusi bertajuk Ketersediaan Pangan Bergizi Menyongsong Pemerintahan Baru, Kamis (29/8), bahan pangan seperti telur, beras, susu, dan lainnya dalam program MBG diharapkan akan mendorong aktivitas dan peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Untuk itu, dalam pemerintahan baru yang akan datang, dirinya berharap adanya pembentukan kementerian baru yang khusus mengawasi pangan dan gizi.
“Konstruksi pangan ini tidak mudah, bagaimanapun persoalan ini banyak sekali. Untuk itu, guna merajut persoalan ini kita memerlukan kementerian baru, yakni kementerian koordinator pangan dan gizi,” ucap dia.





