KITAINDONESIASATU.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengumumkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program ini tidak akan dihentikan, melainkan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Dalam skema terbaru, BGN membagi penyaluran menjadi dua mekanisme utama. Untuk wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim, paket makanan tetap akan didistribusikan di sekolah, namun siswa diperbolehkan membawa pulang paket tersebut untuk dijadikan menu berbuka puasa.
Sebaliknya, bagi sekolah di wilayah mayoritas non-Muslim, layanan pemberian makan siang tetap berjalan normal seperti biasa.
“Kami sangat memperhatikan aspek fleksibilitas. Bagi siswa yang berpuasa, makanan disiapkan dengan standar ketahanan hingga 12 jam agar tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka tiba,” ujar Dadan kepada wartawan, Kamis 22 Januari 2026.
Menu yang disajikan pun akan disesuaikan, mengutamakan jenis pangan yang tidak cepat basi dan mengandung nutrisi seimbang untuk menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.
Selain penyesuaian waktu, BGN juga berencana menyisipkan menu tambahan seperti kurma di beberapa daerah tertentu. Langkah ini diambil untuk memastikan target asupan gizi nasional tetap tercapai meskipun terjadi perubahan pola makan.
Dengan anggaran yang telah dialokasikan, pemerintah optimis transisi skema Ramadan ini dapat berjalan lancar tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.





