Koordinator acara, Sabila Putri Dian, menjelaskan bahwa acara ini diinisiasi karena permintaan salah satu Paslon untuk berbagi ide. “Kami berpikir mengapa harus satu, maka kami undang semua Paslon. Meskipun tidak semua bisa hadir, acara ini tetap berlangsung dengan tiga Paslon yang hadir,” ujarnya.
Dian juga menyoroti bahwa masalah utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan dalam merekrut karyawan dengan keterampilan yang sesuai.
“Kami berharap adanya sinergi lebih antara kebutuhan UMKM dan pendidikan, sehingga pemerintah bisa memberikan dukungan yang tepat,” pungkas Dian. (Nicko)




