KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras terkait situasi di Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, secara tegas meminta seluruh warga Amerika untuk tidak bepergian ke Iran dalam kondisi apa pun. Bahkan, warga AS yang saat ini berada di sana didesak segera meninggalkan negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Rubio menekankan bahwa keselamatan warga Amerika menjadi prioritas utama. Ia juga mengumumkan penetapan Iran sebagai negara pendukung penahanan yang tidak sah, merujuk pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump melalui perintah eksekutif terkait perlindungan warga AS dari penahanan sewenang-wenang di luar negeri.
Menurut Rubio, langkah tersebut diperkuat oleh pengesahan Undang-Undang Pemberantasan Penahanan yang Tidak Sah tahun 2025 oleh Kongres AS. Regulasi itu memberi kewenangan kepada Departemen Luar Negeri untuk mengambil langkah tegas, termasuk menetapkan Iran dalam kategori khusus terkait isu penahanan warga asing.
Tak berhenti di situ, Rubio juga memperingatkan bahwa jika Iran tidak mengubah sikapnya, Washington siap mempertimbangkan langkah tambahan, termasuk pembatasan penggunaan paspor AS untuk perjalanan ke, melalui, atau dari Iran.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa semua opsi masih berada di atas meja. Dalam kunjungannya ke Colorado, ia menyatakan bahwa Presiden Trump lebih mengutamakan solusi diplomatik, namun militer AS telah menyiapkan berbagai rencana darurat jika negosiasi gagal.
“Iran harus membuat kesepakatan. Itu hasil yang lebih diinginkan presiden,” tegas Hegseth, sembari menambahkan bahwa pihaknya bertugas menyediakan berbagai opsi strategis bagi Gedung Putih.
Ketika ditanya soal kemungkinan serangan militer, Hegseth menjawab singkat bahwa semua opsi masih terbuka. (Sumber: Sputnik)


