KITAINDONESIASATU.COM – Shin Tae-yong mengungkapkan perbedaan mendasar antara melatih tim nasional dan klub setelah membawa Persija Jakarta meraih kemenangan telak 4-0 atas PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League 2026/2027.
Menurut pelatih Shin Tae-yong asal Korea Selatan tersebut, perbedaan tuntutan dan jadwal pertandingan menjadi tantangan utama dalam menangani kedua jenis tim.
Persija tampil dominan saat menghadapi PSIM di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (11/10/2026). Meski kedua tim bermain tanpa gol hingga pertengahan babak kedua, Macan Kemayoran akhirnya mencetak empat gol pada 20 menit terakhir pertandingan.
Alexander Jeremejeff membuka keunggulan pada menit ke-77. Stjepan Loncar kemudian mencetak gol pada menit ke-81 dan masa tambahan waktu babak kedua, sedangkan Kwon Chang-hoon menyumbang gol pada menit ke-87.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan positif Persija menjadi empat laga beruntun. Tambahan tiga poin juga membawa tim ibu kota mengoleksi 12 poin dan untuk sementara menduduki puncak klasemen.
Jadwal Padat Timnas dan Konsistensi Klub Jadi Pembeda Shin Tae-yong
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa melatih tim nasional membutuhkan pengaturan fokus yang berbeda dibandingkan menangani klub.
Dalam agenda timnas, pelatih harus mempersiapkan tim menghadapi dua pertandingan dalam rentang waktu sembilan hari. Situasi tersebut membuat waktu untuk membangun strategi dan memulihkan kondisi pemain menjadi lebih terbatas.
Sementara itu, kompetisi liga memberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Setiap pertandingan dapat menjadi bahan untuk memperbaiki kelemahan tim sebelum menghadapi laga berikutnya.
Di Persija, pendekatan tersebut terlihat melalui upaya menjaga konsistensi permainan dan memperbaiki persoalan yang muncul selama pertandingan.






