KITAINDONESIASATU.COM – Pemain Napoli Romelu Lukaku kembali mencuri perhatian publik sepak bola.
Itu terjadi, tak hanya karena kontribusi krusialnya saat Napoli mengunci gelar Serie A 2024-25, tapi juga pernyataannya yang emosional dan reaksinya saat ditanya soal Kevin De Bruyne.
Berbicara kepada DAZN usai kemenangan Napoli 2-0 atas Cagliari di pekan terakhir Serie A, Lukaku mengungkapkan momen kunci yang membuatnya percaya bahwa Scudetto bukan lagi sekadar mimpi.
“Saya tahu apa yang mampu dilakukan pelatih (Antonio Conte), dan sejak awal saya berpikir kami bisa melakukan sesuatu yang penting. Tapi setelah pertandingan kandang melawan Inter, saya pikir kami benar-benar punya peluang besar untuk menang,” kata dia.
Kemenangan tersebut menjadi titik balik mentalitas tim Napoli, yang tampil konsisten meski dibayangi tekanan dari Inter Milan hingga pekan terakhir.
Lukaku Tetap Tenang Meski Sudah Unggul
Dengan skor 2-0, Lukaku terlihat menenangkan rekan-rekannya di bangku cadangan agar tidak merayakan terlalu cepat. Rupanya, ia punya alasan kuat.
“Saat kecil saya menonton final Liga Champions ketika Manchester United mengalahkan Bayern Munich. Sejak itu saya belajar, pertandingan belum berakhir sampai wasit meniup peluit.”
Momen legendaris tahun 1999 itu jadi pelajaran hidup bagi Lukaku—dan mencerminkan mentalitas juara yang ia bawa ke skuad Napoli.


